Sebelumnya upaya permohonan penangguhan penekun spiritual Kadek Dwi Arnata alias Jero Dasaran Alit (JDA) telah dilayangkan pada Senin (8/1/2024) melalui kuasa hukumnya I Kadek Agus Mulyawan.
Dalam keterangan I Kadek Agus Mulyawan, mengajukan surat upaya permohonan penangguhan JDA dengan jaminan ia sebagai kuasa hukum dan orang tua dari JDA.
Selain itu Agus Mulyawan menyebut berbagai alasan sehingga pihaknya mengajukan upaya permohonan penangguhan JDA. Yakni tetap mengacu pada asas praduga tidak bersalah. Kemudian alasan lainnya karena kliennya cukup kooperatif dari tingkat penyelidikan hingga penyidikan di Polres Tabanan dan selalu memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik.
Kedua alasan lainnya, kliennya adalah seorang spiritual atau pemangku. Jadi kebiasaan melayani umat di rumah. Dengan upaya penangguhan ini beliau bisa melayani umat sebagaimana biasanya.
Terakhir alasannya kekhawatiran soal tentang psikologis kliennya secara mental. "Kita inginkan dalam proses kasus JDA wajib lapor. Tiga alasan itu Ini menjadi alasan mendasar kami lakukan permohonan upaya penangguhan JDA,” pungkasnya. [*]
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarbali.jawapos.com
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Markas Judi Online Kamboja di Palembang, 2 Pelaku Diamankan
APH Ditantang Periksa Jokowi Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina dan Kuota Haji
Kejagung Geledah Rumah Siti Nurbaya, Dugaan Korupsi Sawit Rp 450 Triliun Terungkap
Harga Chromebook Kemendikbud Rp 5,7 Juta, Nadiem Makarim Bantah Keras Isu Rp 10 Juta