Temuan DNA dan Penutupan Penyidikan
Selain bercak darah, tim forensik juga menemukan DNA sentuh Lula Lahfah pada tabung gas berwarna pink yang kosong di kamar asisten. Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena tidak dilakukan autopsi pada jenazah. Atas dasar itu, proses penyidikan perkara ini dinyatakan telah selesai.
Kronologi Peristiwa Menurut Kesaksian ART
Kesaksian Asisten Rumah Tangga (ART) merekonstruksi kejadian sebelum Lula Lahfah ditemukan meninggal di apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
- Kamis (22/1/2026) malam: Lula pulang sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung masuk ke kamar.
- Jumat dini hari (02.00 WIB): ART mendengar suara erangan dari dalam kamar Lula. Perempuan 26 tahun ini diketahui memiliki riwayat penyakit batu ginjal dan asam lambung akut.
- Pukul 09.00 WIB: ART mengetuk kamar namun tidak mendapat respons.
- Sore hari: Karena khawatir, ART menghubungi keluarga dan pengelola apartemen. Pintu kamar akhirnya dibuka paksa.
- Pukul 17.50 WIB: Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di atas tempat tidur dalam posisi telentang, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam. Pintu kamar terkunci dari dalam.
Berdasarkan pemeriksaan awal oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lengkap untuk mengonfirmasi penyebab kematian dan menghentikan spekulasi yang beredar di masyarakat.
Artikel Terkait
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi: Fakta Rumah Sendiri Terungkap
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum Penahanan 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons
Penjual Es Gabus Sudrajat Dapat Hadiah Umroh dari Aishar Khaled, Kisah Haru yang Viral