Jetour T2 dibangun di atas platform Kunlun yang dirancang untuk kendaraan berperforma. SUV ini memiliki wheelbase 2.800 mm, rangka unibody, serta dilengkapi berbagai fitur keselamatan modern. Insiden ini menjadi sorotan karena terjadi pada produk dengan reputasi teknologi besar di belakangnya.
Analisis Kemungkinan Penyebab Kebakaran
Analis keselamatan kendaraan menyebutkan beberapa kemungkinan pemicu api pada mobil bensin pasca-benturan keras:
- Kebocoran tangki atau selang bahan bakar akibat benturan.
- Kerusakan pada sistem kelistrikan yang menyebabkan korsleting dan percikan api di kompartemen mesin.
- Kombinasi antara bahan bakar yang tumpah, panas dari mesin, dan percikan api yang memicu ledakan dan kobaran api cepat.
Kasus ini menunjukkan betapa sensitifnya sistem bahan bakar dan kelistrikan kendaraan modern ketika mengalami tekanan atau kerusakan struktural ekstrem akibat kecelakaan.
Langkah Jetour Indonesia dan PR Kepercayaan
Jetour Indonesia menegaskan bahwa hasil investigasi teknis yang komprehensif akan diumumkan kepada publik setelah selesai. Insiden ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Jetour untuk menjawab keraguan konsumen mengenai standar keamanan dan ketangguhan SUV andalannya, Jetour T2, di pasar Indonesia.
Artikel Terkait
Riza Chalid: Profil, Kasus Korupsi Pertamina, dan Status Buronan Interpol
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026
Puslabfor Polri Ungkap Fakta Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik