Tidak menyampaikan narasi atau tindakan yang dapat memancing kekeruhan dan kekisruhan.
“Berperan aktif di dalam kehidupan bernegara khususnya menjelang tahun pemilihan ini,” urainya.
Umat dilarang memancing provokasi. “Tetapi hadirlah dengan menjadi pendamai situasi,” imbaunya.
Seruan ini juga menjadi isi dari pertemuan Yance bersama pendeta-pendeta dan pengurus gereja lainnya.
“Yang kami tekankan juga saat umat ada yang aktif di media sosial jangan sampai membagikan cerita yang mengandung hasutan, kami sarankan umat tetap menjaga kondusifitas. Jadilah peneduh bagi yang lain,” imbaunya.
Sementara itu, pendeta Yance berharap aparat keamanan dapat memaksimalkan pengamanan selama jalannya kegiatan natal di gereja-gereja.
“Supaya Natal bisa berjalan kondusif,” ujarnya.
Umat ketika akan melakukan misa Natal dilarang membawa benda-benda mencurigakan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: lombokpost.jawapos.com
Artikel Terkait
Riza Chalid: Profil, Kasus Korupsi Pertamina, dan Status Buronan Interpol
Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi: Penyebab, Investigasi, dan Fakta SUV Bensin Turbo
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026