Dikutip dari laman situs balisafarimarinepark, kedua sosok tersebut merupakan simbolis dari Rwa Bhineda yang berarti “dua yang berlawanan”.
Pada umumnya kisah antara perlawanan antara kebaikan dan keburukan selalu dimenangkan oleh yang baik untuk selamanya.
Baca Juga: Lagi! Aktivitas Ilegal Drilling di Muaro Jambi Dibongkar Polisi, Pemilik Sumur Diamankan
Namun tidak demikian dengan yang dipercaya oleh masyarakat Hindu Bali, di mana ada kebaikan pasti ada keburukan.
Kebaikan dan keburukan akan selamanya selalu bertempur dan menciptakan keseimbangan alam yang menciptakan kedamaian dan ketentraman.
Perseteruan antara Barong dan Rangda terjadi sejak zaman kerajaan zaman dahulu di mana ada seorang putri kerajaan di Jawa yang dinikahkan dengan raja kerajaan di Bali.
Putri tersebut bernama Mahendradatta dan dari pernikahan antara keduanya, mereka dikaruniai seorang putra dan putri yang akan menjadi penerus kerajaan di Bali.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metrojambi.com
Artikel Terkait
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026
Puslabfor Polri Ungkap Fakta Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi: Fakta Rumah Sendiri Terungkap