Baca Juga: Realme Note 50: Smartphone Low-End dengan Layar Besar dan Baterai 5.000 mAh
Diperkirakan, seorang perwira BIN di Malaysia bernama Hermanto merupakan otak di balik insiden ini, dimana ia yang mengatur Pemilu Indonesia di Malaysia. Akun @binsalahbin_ bahkan menyatakan bahwa manipulasi ini telah terjadi sejak pembuatan DPT.
Sebelumnya, tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, Rasyidin, Fizin, dan Rico, yang pertama kali mempublikasikan dugaan kecurangan ini, telah mengadakan audiensi dengan Bawaslu RI mengenai masalah ini.
Lalu, Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta meminta Bawaslu untuk segera menyelidiki dan mengambil tindakan jika terbukti ada pelanggaran pemilu, seperti yang ia sampaikan pada Selasa, 11 Januari 2024.
"Bawaslu diminta untuk segera menindaklanjuti hal tersebut di atas, serta melakukan penindakan jika ada potensi pelanggaran pemilu di dalamnya," ucap Kaka Suminta Selasa, (11/1/2024).
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metropolitan.id
Artikel Terkait
Profil Eny Retno, Istri Gus Yaqut: Kisah Setia 21 Tahun & Latar Belakang Pendidikan
Kenaikan Kekayaan Arief Rosyid 100% Saat Jadi Komisaris BSI: Rincian LHKPN & Analisis
Deolipa: Komedi Pandji Pragiwaksono Hina Gibran, Bisa Dipidana Menurut KUHP Baru
BNN Bongkar Pabrik Narkoba di Ancol, Buru 3 WNA China dan Malaysia