Pipit mengungkapkan, penggunaan knalpot brong sempat memicu keributan hingga berujung aksi kekerasan pada salah satu rombongan relawan pasangan capres dan cawapres di wilayah Boyolali, Jawa Tengah pada akhir Desember 2023 lalu, ditambah beberapa peristiwa keributan lain akibat ketersinggungan pengendara akibat suara knalpot brong.
Baca Juga: Peringatan HUT ke-67 Pemprov Kalbar, Kalbar Melaju, Aman, dan Kondusif
Dalam menangani penyalahgunaan knalpot brong di Kalbar, lanjut Pipit, Polda Kalbar telah melakukan berbagai upaya, salah satunya tindakan soft power dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sampai tindakan hard power dengan melakukan penegakan hukum.
"Sepanjang tahun 2023, jajaran Ditlantas Polda Kalbar telah melakukan penindakan terhadap pelanggaran penggunaan knalpot brong di wilayah hukum Kalbar, sebanyak 21.790 teguran dan 985 tilang," ungkap Pipit
Pipit mengatakan, Ditlantas Polda Kalbar juga melakukan penyitaan terhadap knalpot brong dan seluruh pelanggar diminta untuk mengganti dengan knalpot standar sebagai syarat pengambilan kendaraan.
Pipit mengimbau, agar pengguna kendaraan roda dua untuk memiliki kesadaran. Ketika Berada di jalan raya, harus senantiasa berbagi ruang dengan orang lain.
"Setiap keputusan yang kita ambil fi jalan raya dapat berdampak pada kehidupan orang lain," tutur Pipit.
Pipit juga meminta kepada pengendara motor untuk patuh terhadap aturan, aturan lalu lintas.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pontianakpost.jawapos.com
Artikel Terkait
Hotman Paris Siap Bantu Kasus Es Gabus Suderajat, Perempuan Ini Diduga Pemicu Viral
Oknum Aparat Minta Maaf ke Penjual Es Kue Bogor: Kronologi Lengkap & Bantuan yang Diterima Korban
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol, Anak Tak Sekolah, dan Bantuan yang Datang
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Ambrol & 3 Anak Putus Sekolah