Keputusan Megawati Soekarnoputri untuk kembali memimpin PDIP sekaligus merangkap jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dinilai sebagai langkah strategis sementara untuk menjaga stabilitas internal partai.
Hal itu disampaikan pengamat politik Hendri Satrio atau Hensat kepada RMOL, Minggu, 3 Agustus 2025.
"Kalau ketua umum merangkap sekjen, ini memang baru pertama kali seingat saya. Tapi silakan saja, itu kan urusan internal PDIP," ujar Hensat.
Menurutnya, langkah Megawati tersebut kemungkinan diambil untuk menenangkan dinamika politik yang masih berkaitan dengan PDIP, terutama setelah pemberian amnesti kepada mantan Sekjen Hasto Kristiyanto.
"Mungkin Bu Mega ingin meredakan situasi dulu. Setelah itu baru mengangkat sekjen baru, entah Hasto lagi atau bukan. Tapi kelihatannya ia ingin kondisi politik mereda dulu," jelas Hensat.
Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu memperkirakan penunjukan sekjen definitif akan dilakukan Megawati setelah situasi lebih kondusif dan arah partai kembali stabil.
"Bu Mega nanti akan memilih siapa sekjennya, tapi untuk sekarang ini tampaknya memang masa transisi," pungkasnya.
Sumber: rmol
Foto: Kebersamaan Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto/Ist
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup
Berkas Epstein Dibuka: Memo FBI Sebut Trump Dikendalikan Israel - Fakta dan Isi Dokumen