Sejumlah Media Asing Soroti Kematian Driver Ojol Affan Yang Tewas Dilindas Mobil Rantis Brimob

- Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:35 WIB
Sejumlah Media Asing Soroti Kematian Driver Ojol Affan Yang Tewas Dilindas Mobil Rantis Brimob




NARASIBARU.COM - Media asing menyoroti kericuhan demonstrasi di DPR serta kematian driver ojek online Affan Kurniawan


Affan meninggal setelah dilindas mobil rantis Brimob, Kamis (28/8/2025) petang, dalam sebuah kericuhan yang berlangsung hingga larut.


Media Australia, the Australian menulis judul, "Indonesia police apologise after killing Jakarta protester."


The Australian juga mengutip kelompok hak asasi manusia yang memperingatkan bahwa kekerasan polisi yang berulang dan berlebihan terhadap pengunjuk rasa dalam menjalankan hak demokratis mereka berisiko kembali ke era otokratis Suharto.


Kantor berita Reuters menulis artikel, "Indonesian students vow more protests after one killed in Jakarta demonstration."


Reuters mengutip sejumlah narasumber dari pemimpin gerakan mahasiswa hingga Kapolda Metro Jaya Asep Irjen Edi Suheri


Mahasiswa berjanji akan melanjutkan demonstrasinya selepas shalat Jumat.


Sementara Kapolda Asep Edi Suheri mengatakan bahwa dalam bentrokan tersebut, sebuah kendaraan lapis baja polisi menabrak dan menewaskan seorang pengemudi ojek online. 


Ikatan Pengemudi Ojek Online (IGO) menyatakan bahwa pria yang tewas tersebut tidak terlibat dalam protes.


"Sebagai Kapolres dan atas nama seluruh jajaran, saya menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," ujarnya dalam konferensi pers. 


Media Singapura the Straits Times menulis, ‘Justice for Affan’: Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash."


The Straits Times mengutip perkataan dari sang ibu Affan yang ingin agar pelaku dihukum seadil-adilnya.


"Saya ingin orang yang membunuh anak saya mendapatkan sanksi hukum seberat-beratnya.... dia baru saja selesai mengantar makanan dan hendak menjemput penumpang berikutnya," kata pembantu rumah tangga berusia 41 tahun itu.


Diketahui, kejadian rantis Brimob melindas pengendara ojek online itu terjadi pada Kamis (28/8) malam, setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, Jakarta, dipukul mundur oleh pihak kepolisian.


Akibatnya kericuhan terjadi hingga ke berbagai wilayah di sekitaran kompleks parlemen, mulai dari Palmerah, Senayan, hingga Pejompongan


Peristiwa rantis Brimob yang melindas pengemudi ojol itu diduga terjadi di wilayah Pejompongan.


Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim mengatakan sebanyak tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya sedang diperiksa terkait insiden tersebut.


Menurut dia, ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya itu berada di dalam mobil rantis yang menabrak pengemudi ojol saat kerusuhan itu terjadi.


Ketujuh anggota tersebut, kata dia, masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.


Sumber: Republika

Komentar