Menteri PKP Janjikan Rumah Subsidi Untuk Keluarga Affan, Langsung Dibalik Nama

- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 11:45 WIB
Menteri PKP Janjikan Rumah Subsidi Untuk Keluarga Affan, Langsung Dibalik Nama


Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam atas wafatnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.

Insiden tragis ini terjadi di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta Pusat.

Menteri Ara mengetahui bahwa almarhum Affan merupakan sosok tulang punggung bagi keluarganya.

Sebagai wujud kepedulian, beliau berjanji untuk menyediakan sebuah rumah subsidi bagi keluarga Affan.

 Janji ini disampaikan kepada awak media usai acara penyerahan kunci rumah subsidi kepada ART, baby sitter, security, dan office boy pada Jumat (29/8/2025).

Dalam sebuah unggahan di Instagram Kementerian PKP, pada Sabtu (30/8/2025), Menteri Ara mengungkapkan bahwa dirinya akan membantu rumah untuk keluarga Affan.

 “Saya dengar almarhum Affan adalah tulang punggung keluarga, tolong siapkan satu rumah subsidi untuk keluarga almarhum, nanti untuk biaya-biaya langsung dari saya dibantu. Kita juga ada program rumah subsidi untuk pengemudi ojek online,"katanya.

Ara menambahkan bahwa seluruh biaya pembelian rumah tersebut akan ditanggung olehnya.

Keluarga Affan diberikan kebebasan untuk memilih lokasi dan tipe rumah yang diinginkan.

Beliau juga secara khusus meminta Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, untuk mengawal proses pembiayaan ini.

“Kita bisa selesaikan ya, kalau bisa hari ini ya (29/8/2025). Dikawal ya. Jangan tunda-tunda ya. Sesuai tupoksi bidang kita di bidang perumahan, tolong disiapkan satu rumah subsidi yang baik buat keluarganya dikasih aja pilihan lokasi-lokasi yang tepat. Pak Heru tolong ya dikawal, biar saya yang bertanggung jawab soal pembiayaan," ujarnya.

Tidak berselang lama, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ahmad Riza Patria, mengkonfirmasi bahwa Presiden telah menyiapkan sebuah rumah untuk keluarga Affan di daerah Cileungsi.

Menteri PKP Maruarar Sirait telah secara langsung menyerahkan rumah tersebut, dan kepemilikannya segera dibaliknamakan atas nama Ibu Affan, Erlina.

"Ada di Cileungsi, bapak Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait) tadi sudah memberikan, atas nama ibunya," tutur Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Ahmad Riza Patria saat berada di rumah duka Affan di Jalan Blora, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Bantuan ini, menurut Riza, adalah manifestasi keprihatinan Presiden Prabowo atas musibah yang menimpa Affan. Presiden Prabowo, yang turut hadir mengunjungi keluarga Affan pada malam itu, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas kepergian Affan.

"(Presiden Prabowo) mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan dan harapan dari keluarga (Affan) dan bapak memberikan dukungan," tambahnya.

Riza juga memuji sosok Affan yang dikenal sebagai anak berbakti dan sangat menyayangi keluarganya. Affan, jelasnya, selalu bekerja keras demi membantu keluarganya.

"Affan bisa menabung dan sudah membelikan tanah di Lampung dan juga sudah memberikan motor untuk adik perempuannya. Sangat rajin sejak pagi hingga malam dan juga memberikan perhatian kepada orang tuanya dan adiknya, membelikan rumah, membelikan motor, ini contoh anak-anak yang punya kepedulian kepada keluarga semoga seluruh anak-anak Indonesia menjadi contoh kepada Affan yang sayang kepada orang tua dan keluarganya bekerja untuk keluarga," sambung Riza.

Sebelumnya, telah diberitakan bahwa pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta Pusat adalah Affan Kurniawan.

Hafidz alias Ompong, teman Affan, mengungkapkan bahwa saat kejadian, almarhum sedang dalam perjalanan mengantar pesanan makanan untuk pelanggan. Ompong, yang juga berada di lokasi, menyaksikan langsung insiden Affan terlindas rantis Brimob. Ompong sangat menyayangkan karena Affan meninggal dunia padahal tidak ikut serta dalam demonstrasi.

"Dia nggak ikut demo, lagi mau nyeberang kena mobil Barracuda ngebut, jadi kelindes. Saya ada di TKP, saya lagi lihat orang tawuran. Teman-teman langsung bawa ke RS, diperjalanan nggak ketolong. Meninggal pas perjalanan," kata Ompong kepada wartawan di rumah duka, Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2015).

Perwakilan keluarga, Fachrudin, yang merupakan sepupu dari nenek almarhum, menceritakan bahwa kabar duka tersebut diterima keluarga sesaat setelah mereka menunaikan ibadah salat Magrib.

"Nah sampai di rumah, beberapa menit kemudian saya salat Magrib, habis salat Magrib saya keluar. Dapat informasi bahwa almarhum ini meninggal kecelakaan dalam waktu demo," kata Fachrudin kepada wartawan di rumah duka kawasan Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Fachrudin menyebut keluarga sangat terkejut sekaligus sulit mempercayai kabar meninggalnya Affan di tengah kericuhan demonstrasi hari itu. Namun, keluarga akhirnya hanya bisa pasrah menerima takdir.

Sumber: suara
Foto: Menteri PKP Maruarar Sirait/Net

Komentar