Meski Kluivert datang dengan rekam jejak hebat sebagai legenda sepak bola dunia, hasil di lapangan tak sesuai ekspektasi. Gaya bermain yang belum nyatu dan transisi pemain muda menjadi tantangan besar selama masa kepelatihannya.
Kabar perpisahan ini sontak membuat publik membandingkan kembali era kepemimpinan Kluivert dan Shin Tae-yong. Di bawah Shin, Indonesia memang sempat menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk menembus babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia — pencapaian yang sebelumnya sulit diraih.
Erick Thohir: Kasih Saya Dua Hari
Menanggapi situasi ini, Erick Thohir belum memberikan pernyataan resmi soal arah selanjutnya PSSI. Ketika ditemui awak media di Auditorium Kemenpora, Jakarta, pada Kamis (16/10/2025), Erick memilih menahan komentar.
“Saya gak mau jawab, nanti itu, (saat) ini (sebagai) Menpora,” ujarnya singkat.
“Untuk yang sepak bola jangan hari ini, karena ini kan tempatnya gak pas. Kalau enggak nanti yang lain, kasih waktu saya dua hari ya. Tapi kan statement-nya sudah ada di publik,” tambahnya.
Pernyataan itu membuat publik makin penasaran. Banyak yang menduga bahwa dalam dua hari ke depan, PSSI akan mengumumkan langkah strategis berikutnya, termasuk kemungkinan pembentukan tim pencari pelatih baru.
Shin Tae-yong Masih Dikenang
Shin Tae-yong bukan hanya dikenal karena hasil di lapangan, tapi juga karena pendekatan profesionalnya terhadap pemain muda dan disiplin tinggi yang ditanamkan. Di bawah arahannya, Indonesia tampil berani dan kompak di beberapa turnamen besar, termasuk Piala Asia dan SEA Games.
Kinerjanya sering dipuji karena berhasil membangun fondasi permainan modern untuk sepak bola Indonesia. Tak heran, banyak penggemar yang merasa kehilangan ketika dia digantikan, dan kini menyerukan agar PSSI mengajaknya kembali.
Tekanan Publik dan Masa Depan Timnas
Fenomena dukungan masif ini menunjukkan bahwa publik memiliki kedekatan emosional dengan sosok Shin Tae-yong. Tekanan dari fans di media sosial pun bisa menjadi pertimbangan serius bagi federasi dalam menentukan arah kebijakan selanjutnya.
Namun keputusan akhir tentu tak bisa diambil terburu-buru. PSSI perlu mempertimbangkan berbagai aspek — mulai dari rencana jangka panjang, filosofi permainan, hingga kesiapan finansial bila benar-benar ingin membawa kembali pelatih asal Korea Selatan itu
Sumber: inews
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid Saat Tegur Bolos: Kronologi & Fakta Polisi