Meski ijazah Joko Widodo alias Jokowi dari dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) diragukan keasliannya, namun PDIP yang berkoalisi dengan Partai Gerindra tetap mendaftarkan mantan Walikota Solo itu ke KPU DKI Jakarta. Saat itu Jokowi dipasangkan dengan kader Gerindra Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bertarung di Pilkada DKI 2012.
Demikian dikatakan mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) DKI Jakarta Yulianto Widirahardjo dalam sebuah video wawancara dengan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, pakar telematika Roy Suryo, dan pakar tata negara Refly Harun yang ditayang ulang akun Facebook Sidi Champlads.
"Waktu itu momentumnya sangat pas. Jokowi satu-satunya calon berdasarkan hasil Rakerdasus PDIP. Calon lain sudah mundur," kata Yulianto dikutip Selasa 21 Oktober 2025.
Sehingga, kata Yulianto, saat itu tidak ada yang mempersoalkan perbedaan foto ijazah Jokowi dengan sosok aslinya.
"Kita semua waktu itu nggak ada yang konsen (dengan ijazah Jokowi). Yang penting ada legalisir, memenuhi persyaratan, bisa didaftarkan," kata Yulianto.
Diketahui, Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada masa-masa injury time, yaitu pada hari terakhir pendaftaran cagub dan cawagub DKI tanggal 19 Maret 2012 sekitar pukul 17.30 WIB.
Bahkan, Jokowi baru mengumumkan wakilnya hanya beberapa jam sebelum mendaftar ke KPU DKI. Jokowi mendaftarkan diri sebagai Cagub DKI bersama Ahok.
Sumber: rmol
Foto: Joko Widodo alias Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Antara)
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi