Trump Matangkan Rencana Serangan Militer ke Iran, Respons Terhadap Gelombang Protes Mematikan
Iran telah memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak melakukan serangan militer, menyusul informasi bahwa Presiden AS Donald Trump serius mempertimbangkan opsi militer sebagai tanggapan atas gelombang protes yang mengguncang negara tersebut. Jumlah korban tewas dalam demonstrasi dilaporkan telah melonjak hingga ratusan jiwa.
Opsi Serangan Militer AS di Meja Presiden Trump
Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Presiden Trump telah menerima pengarahan mengenai sejumlah opsi serangan militer ke Iran, termasuk target sipil. Pengarahan lebih mendalam rencananya akan diberikan pada Selasa mendatang, melibatkan pejabat senior untuk membahas langkah strategis.
Selain opsi serangan konvensional, pilihan lain yang dipertimbangkan termasuk memperkuat dukungan online untuk kelompok anti-pemerintah, melancarkan serangan siber rahasia terhadap situs militer dan sipil Iran, serta menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap rezim.
Korban Tewas Protes di Iran Meningkat Drastis
Laporan dari berbagai pemantau hak asasi manusia menyoroti situasi kemanusiaan yang mencemaskan. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan setidaknya 538 orang tewas, termasuk 490 pengunjuk rasa, dengan lebih dari 10.600 orang ditangkap. Kelompok Hak Asasi Manusia Iran (IHR) dari Norwegia menyebut angka minimal 192 pengunjuk rasa terbunuh.
Angka-angka ini sulit diverifikasi secara independen karena pemadaman internet besar-besaran yang dilakukan otoritas Iran. Pihak berwenang Iran sendiri belum merilis angka resmi dan menuduh AS serta Israel berada di balik kerusuhan.
Artikel Terkait
Keracunan Massal di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak Soto Ayam MBG, Ini Data & Penyebabnya
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung Rp 7 Miliar: Fakta dan Pernyataan Resmi
Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet F-16 Ukraina: Analisis Klaim dan Dampak Perang
Meteo MSN: Cek Cuaca Akurat & Real-Time untuk Aktivitas Harian