Jenazah berhasil dievakuasi dari jurang sedalam 200 meter. Kondisi jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap dengan tubuh yang masih relatif utuh, meski terdapat kaki kanan yang patah. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Metode Identifikasi Korban oleh Tim DVI
Kepastian identitas Florencia didapatkan melalui metode identifikasi korban yang komprehensif. Tim DVI melakukan perbandingan data post mortem (pemeriksaan jenazah) dengan data ante mortem (data korban semasa hidup).
Data ante mortem yang digunakan meliputi data vital tubuh, rekam gigi, sidik jari, serta barang kepemilikan yang dibawa korban. Hasilnya, jenazah dengan kode post mortem 62B.01 terbukti cocok dengan data ante mortem AM004, yang mengonfirmasi identitasnya sebagai Florencia Lolita Wibisono, perempuan berusia 33 tahun.
Florencia merupakan korban kedua yang berhasil diidentifikasi dalam musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung ini. Proses pencarian dan identifikasi terhadap korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Artikel Terkait
Kasus Ijazah Jokowi: Menunggu Keputusan Kejaksaan, Akankah Langsung P21 atau P19?
Hoaks Gravitasi Bumi Hilang 7 Detik 12 Agustus 2026: Fakta Sains & Penjelasan Lengkap
Purbaya Klaim Bisa Perkuat Rupiah dalam 2 Malam, Benarkah? Ini Faktanya
Viral WNI Berhijab Jadi Tentara AS: Syifa di National Guard, Risiko Kehilangan Kewarganegaraan