Pejabat Kanada secara realistis memperkirakan bahwa titik-titik pertahanan kunci mereka dapat kewalahan hanya dalam waktu dua hari hingga satu minggu jika invasi benar-benar terjadi. Meski peluang invasi dianggap sangat rendah, pemerintah Kanada memandang persiapan untuk skenario terburuk sebagai suatu keharusan.
Mobilisasi Pasukan Relawan Cadangan
Menyikapi kondisi ini, Kepala Staf Pertahanan Kanada, Jenderal Jennie Carignan, mengumumkan rencana pembentukan pasukan relawan cadangan yang bisa mencapai 400.000 personel. Mobilisasi besar-besaran ini dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan nasional.
Dukungan Sekutu Internasional
Kanada juga mengandalkan dukungan aliansi internasional. Sebagai anggota NATO, Kanada yakin akan mendapat bantuan dari sekutu seperti Prancis dan Inggris, yang sama-sama memiliki senjata nuklir.
Mayjen David Fraser, mantan pimpinan pasukan Kanada di Afghanistan, menegaskan, "Jika Anda menyerang Kanada, Anda akan menghadapi seluruh dunia. Anda akan melihat kapal Jerman dan pesawat Inggris di Kanada untuk memperkuat kedaulatan negara ini."
Pernyataan ini menegaskan posisi Kanada dalam peta pertahanan global dan komitmen sekutunya untuk membela kedaulatan negara tersebut.
Artikel Terkait
Ratih, Ibu Asuh Ressa Anak Denada, Buka Suara: Kisah Pilu 24 Tahun & Kekecewaan pada Denada
Kisah Kezia Syifa: Gaji Tentara AS & Perjalanan Inspiratif Gadis Berhijab Indonesia
Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi: Penjelasan Hukum, SP3, dan Bantahan Kubu Eggi Sudjana
Marshanda Buka Suara: Curhat Sedih 17 Tahun Hidup dengan Gangguan Bipolar