Koordinator aksi, Riski, membenarkan bahwa insiden berawal dari tindakan oknum petugas. "Tiba-tiba datang dari belakang, oknum polisi ini langsung menendang ban terbakar," ujar Riski.
Ia menegaskan, "Dia tendang ban terbakar dan mengenai lima orang teman kami yang sedang berorasi."
Tanggapan Resmi dari Kepolisian
Menanggapi video viral tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Muna memberikan penjelasan. Kasi Humas Polres Muna, Iptu M. Jufri, menyatakan bahwa tindakan anggotanya tidak bermaksud untuk melukai.
"Tindakan anggota tersebut dilakukan dalam situasi pengamanan aksi. Tujuannya adalah menyingkirkan objek yang berpotensi membahayakan keselamatan umum, baik bagi massa aksi maupun petugas," jelas Jufri.
Ia menambahkan bahwa petugas berusaha menjauhkan benda berbahaya dari area publik demi menjaga keamanan bersama.
Insiden ini menyisakan pertanyaan tentang prosedur penanganan demo dan telah menjadi sorotan publik setelah videonya tersebar luas di media sosial.
Artikel Terkait
Saina Tazkiya Zulala Azizi Hilang di Depok: Ciri-ciri, Lokasi Terakhir & Nomor Kontak Keluarga
Tanah Bergerak Tegal: 464 Rumah Rusak, 2.426 Jiwa Mengungsi - Update & Rencana Relokasi
Iran Tolak Hentikan Pengayaan Uranium: Perundingan Nuklir dengan AS di Oman Alot
Prabowo Bangun Gedung 40 Lantai untuk MUI & Baznas di Bundaran HI, Ini Rencananya