Raymond Chin Bongkar Cara Jeffrey Epstein Tundukkan Elite Global: Bukan Predator Biasa, Tapi Sistemik
Konten kreator dan pengusaha milenial, Raymond Chin, mengungkap pandangan mengejutkan tentang kasus Jeffrey Epstein. Menurutnya, Epstein bukan sekadar pelaku kejahatan seksual biasa, melainkan figur yang membangun sistem manipulasi terhadap elite dunia melalui uang, akses eksklusif, dan pemerasan terstruktur.
Bukan Teori Konspirasi, Tapi Fakta Hukum yang Terbukti
Raymond Chin menegaskan bahwa skandal Epstein adalah fakta hukum, bukan teori konspirasi. Banyak bukti telah terungkap di pengadilan, meski dokumen yang dirilis ke publik masih sebagian kecil. Ia menyebut nama-nama elite global—dari bangsawan, mantan presiden AS, hingga miliarder teknologi—pernah berada dalam orbit Epstein berdasarkan catatan penerbangan dan kesaksian hukum.
Mekanisme Bisnis Gelap dan Akses VIP ke Kekuasaan
Sebagai pebisnis, Raymond merasa ngeri pada mekanisme bisnis gelap Epstein. Bagaimana mungkin seorang mantan narapidana punya akses VIP ke Gedung Putih, berfoto dengan Ratu Inggris, dan dilindungi bank raksasa seperti JP Morgan? Titik baliknya adalah ketika Epstein dekat dengan miliarder Leslie Wexner (pendiri Victoria's Secret) dan mendapatkan power of attorney atau kuasa hukum penuh yang tidak lazim, yang membuka semua pintu kekuasaan dan keuangan.
Sains dan Filantropi Jadi Topeng Legitimasi
Raymond mengungkap strategi Epstein menggunakan sains dan filantropi sebagai pintu masuk ke lingkaran elite intelektual dunia. Dengan menyumbang ke institusi ternama seperti Harvard dan MIT, Epstein berhasil "mencuci" reputasi dan mendapatkan akses ke tokoh-tokoh seperti Bill Gates dan Stephen Hawking, sambil menyembunyikan kejahatan di balik layar.
Artikel Terkait
Video Viral Cukur Kumis: Fakta Hoax Penangkapan Wanita Berhijab & Klarifikasi
Klarifikasi TNI Soal Video Viral Anies Baswedan Bertemu Intel di Karanganyar: Pertemuan Tak Disengaja
Liu Xiaodong, Otak Pencurian Emas 774 Kg di Ketapang, Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Riza Chalid: Profil, Kasus Korupsi Pertamina, dan Status Buronan Interpol