REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Kemenangan dramatis tim nasional (Timnas) Indonesia U-22 atas Vietnam dengan skor 3-2 di semifinal SEA Games 2023 diyakini berkat gemblengan mental.
Bagaimana tidak, kemenangan itu diraih meski Indonesia bermain dengan 10 pemain setelah Pratama Arhan harus keluar arena di menit ke-60 lantaran mendapat dua kartu kuning.
Tak hanya itu, Indonesia juga melakukan gol bunuh diri yang membuat Vietnam menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hanya 10 menit menjelang pertandingan usai.
Dengan 10 pemain, praktis tim Indonesia berada dalam tekanan Vietnam dalam 30 menit terakhir.
Dalam kondisi seperti itu, pemain Indonesia menunjukkan mental pantang menyerah. Terbukti, lewat sebuah serangan balik, Muhammad Taufany mampu membobol gawang Vietnam di injury time dan menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Vietnam yang merupakan peraih medali emas sepakbola dalam dua SEA Games sebelumnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemain Indonesia punya mental pemenang. "Bolanya bisa masuk ke final. Nah, meskipun hanya bermain dengan 10 pemain tapi masih bisa menggolkan. Itu mental pemenang di situ," kata Presiden Jokowi, Ahad (15/5/2023).
Mental pemain memang menjadi fokus perhatian Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Ketika Timnas Indonesia U-22 kalah 0-1 dalam laga uji coba melawan Libanon pertengahan April lalu, Erick menekankan bahwa para pemain masih harus mengasah mentalnya. Sebab, menurut Erick, secara skill, pemain Indonesia masih di atas Libanon.
"Fisik bukan alasan, kalau ada mental, kalian siap lari," kata Erick kepada para pemain saat itu.
Erick pun meminta pemain memberikan yang terbaik di lapangan, jangan terpaku pada hasil.
Artikel Terkait
TNI Siap Hadapi Perang Berlarut, Menhan Sjafrie Tegaskan Konsep Pertahanan Defensif Aktif
Gaji Pegawai SPPG vs Guru Honorer: Legislator Soroti Kesenjangan yang Mencolok
KPK Ungkap Modus Pemerasan Bupati Pati: Uang Rp2,6 Miliar Disimpan dalam Karung
Roy Suryo Protes Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Jokowi: Klaim Pelanggaran HAM Berat