Selama ditahan, Lifshitz mengklaim kebutuhan dasarnya—seperti makanan dan minuman—tercukupi. "Mereka mengurus setiap detailnya. Mereka memberikan makanan yang sama seperti yang kita makan, keju putih dan mentimun," kata Lifshitz.
Sharone, putri Lifshitz, mengatakan bahwa pejuang Hamas memastikan bahwa mereka tidak akan menyakiti sandera karena mereka adalah Muslim. "Mereka mengatakan bahwa mereka adalah Muslim dan tidak akan menyakiti kami," ujarnya.
Selain itu, Lifshitz juga mengkritik pemerintah Israel atas kurangnya kesiapan dalam menghadapi serangan. Menurutnya, dua miliar shekel telah dihabiskan untuk sistem keamanan yang ternyata tidak berfungsi efektif.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
MUI Dukung Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump: Syarat & Analisis Lengkap
Strategi Politik Jokowi: Rahasia Tak Pernah Kalah Menurut Prinsip Sun Tzu
Ressa Rizky Rossano Dituding Tolak Akui Anak, Mantan Istri Bongkar Fakta Pernikahan
Dharma Pongrekun Viral, Warganet Minta Maaf Usai Rilis Epstein Files: Fakta Lengkap