Terlebih banyak yang mengatakan bahwa Wolbachia merupakan teknologi nyamuk bionik atau genetik.
"Mengkaitkan dengan nyamuk bionik, mengkaitkan dengan penyakit yang lain yang tidak terkait sama sekali itu merupakan disinformasi yang sistematik," ujarnya.
Andono menambahkan, setiap penyakit yang berbasis vektor itu punya vektor tersendiri dan tidak bisa saling mempengaruhi.
"Kalau Aedes aegypti bisa menularkan 4 penyakit tadi. Seperti Dengue, kemudian Zika, Cikungunya, dan Yellow Fever. Bisa jadi mungkin ada penyakit baru lagi yang muncul seperti Zika misalnya. Tapi kalau Japanese Encephalitis ya pengaruhnya karena adanya nyamuk kuleks tadi," tuturnya.
Japanese Encephalitis (JE) merupakan salah satu penyebab utama radang otak akibat infeksi virus ensefalitis. Beberapa waktu lalu, JE dan Wolbachia menjadi perbincangan warganet di media sosial karena ada pendapat yang mengaitkan nyamuk ber-Wolbachia dapat menyebabkan JE.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Dharma Pongrekun Viral, Warganet Minta Maaf Usai Rilis Epstein Files: Fakta Lengkap
Jeffrey Epstein dan Putin: Fakta Upaya Dekat, Visa, hingga Tawaran Informasi Trump
Trauma PTSD Denada: Adik Ungkap Reaksi Syok Saat Ditanya Ayah Kandung Ressa
Denada Ganti Bio Instagram Usai Akui Ressa Rizky, Netizen: Gimmick?