NARASIBARU.COM - Dua prajurit TNI AD gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) Kodap III Ndugama atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Keduanya adalah Pratu Sandy Putra dan Prada Muhamad Fadli. Kedua korban merupakan prajurit dari Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad TNI AD.
Informasi yang dihimpun Okezone, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (30/11) sekitar pukul 16.18 WIT di Pos Paro, Distrik Paro, dengan kontak senjata terjadi dalam jarak 200 meter.
Saat kejadian, 2 personel TNI tersebut sedang mengambil air di Pos Paro. Namun sejumlah tembakan tiba-tiba datang dari arah bawah pos, sehingga mengakibatkan kedua prajurit TNI AD itu gugur.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, meminta anggota Polri tidak terpancing dengan gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Dikatakan Fakhiri, kasus penembakan oleh KKB Papua pada Pos TNI yang berada di Distrik Paro yang mengakibatkan dua anggota TNI meninggal saat itu bukan diserang tetapi memang terjadi gangguan.
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?