REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia mengklaim telah sepenuhnya merebut Kota Bakhmut di Ukraina timur. Presiden Vladimir Putin memberikan ucapan selamat kepada pasukannya dan pasukan tentara bayaran, Wagner Group karena telah merebut kota itu.
"Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada unit penyerang Wagner serta semua prajurit unit angkatan bersenjata Rusia yang memberi dukungan dan perlindungan sayap yang diperlukan, atas penyelesaian operasi untuk membebaskan kota tersebut," kantor berita TASS mengutip pernyataan Kremlin.
Kantor berita TASS melaporkan, tentara yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan dari Putin. Bakhmut merupakan kota tambang garam yang pernah berpenduduk 70.000 orang.
Kota Bakhmut menjadi tempat pertempuran terpanjang dan paling berdarah dalam perang Rusia di Ukraina yang telah berlangsung selama 15 bulan. Jatuhnya Bakhmut akan menjadi kemenangan besar pertama Moskow dalam pertempuran di Ukraina. Rusia menyebut Kota Bakhmut dengan nama era Soviet, Artyomovsk.
"Sebagai hasil dari tindakan ofensif unit penyerang Wagner, dengan dukungan artileri dan penerbangan dari unit Selatan, pembebasan Kota Artemovsk telah selesai," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid Saat Tegur Bolos: Kronologi & Fakta Polisi