Kepala Wagner Group, Yevgeny Prigozhin sebelumnya mengklaim bahwa Bakhmut telah jatuh ke tangan tentara bayarannya. Dalam sebuah video yang diunggah di Telegram, para pejuang mengibarkan bendera Rusia dengan latar belakang reruntuhan bangunan. Prigozhin mengatakan, pejuang Wagner akan menggeledah kota yang direbut sebelum menyerahkannya kepada tentara Rusia.
“Hari ini tanggal 20 Mei, sekitar tengah hari, Bakhmut diambil seluruhnya. Pada 25 Mei kami akan sepenuhnya memeriksa (Bakhmut), membuat garis pertahanan yang diperlukan dan menyerahkannya kepada militer,” kata Prigozhin, dilaporkan Aljazirah, Ahad (21/5/2023).
Prigozhin mengakui bahwa Bakhmut tidak memiliki kepentingan strategis. Tetapi menjadi kepentingan simbolis yang sangat besar bagi kedua belah pihak karena intensitas pertempuran dan skala kerugian.
Sumber: internasional.republika.co.id
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?