"Dia melihat sendiri itu terjadi di ruangannya Mustokoweni. Dia melihat sendiri dan di situ awalnya ada tawar-menawar 120 ribu, akhirnya 'Gue harus sama dengan Ketua Komisi' itu perdebatan. Akhirnya menjadi 500 ribu US Dolar," lanjutnya.
Nazaruddin juga mengaku bahwa dirinya diundang langsung untuk datang ke ruangan Mustokoweni.
Tak cuma Nazaruddin, dugaan keterlibatan Ganjar Pranowo juga dikonfirmasi oleh mantan Ketua DPR, Setya Novanto atau yang lebih akrab disapa Setnov.
Sayangnya, Setnov mengatakan bahwa dirinya tidak melihat peristiwa tawar-menawar itu secara langsung, melainkan mendengarnya dari para tokoh lain yang ikut disebut dalam kasus korupsi E-KTP. Di antaranya adalah Mustokoweni, Ignatius Mulyono.
Bambang mengungkapkan, kala itu pernyataan Andi Narogong justru menguntungkan posisi mantan Anggota Komisi II DPR RI dari fraksi PDIP itu.
Pasalnya, Andi Narogong mengaku tidak mengetahui secara detail aliran dana korupsi E-KTP.
"Sementara... Ya Taruhlah menguntungkan posisi Ganjar, itu ada orang namanya Andi Narogong," bebernya.
"Andi Narogong mengatakan, memang dia memberikan itu ke Komisi II, cuma di tidak mengetahui itu lebih detail," imbuh Bambang Widjojanto.
[IndonesiaToday/Kilat]
Sumber: kilat.com
Artikel Terkait
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta untuk Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Kemnaker
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!