Wali Kota Rudi juga menyoroti urgensi pembangunan Terminal 2 di Bandara Hang Nadim Batam sebagai faktor krusial dalam mendukung kelancaran akses ekspor dan impor.
Pemimpin Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau, drh. Herwintari, menyatakan komitmennya dalam mendukung program strategis Pemko Batam untuk menjadikan kota ini sebagai penghasil komoditas unggulan.
Nilai ekspor perdana kepiting bakau hidup senilai Rp 17.368.450 menjadi dorongan besar dalam mencapai tujuan kemandirian ekonomi dan penguatan sektor kelautan di wilayah tersebut.
Keberhasilan ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan melibatkan aktifnya pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam era globalisasi, peningkatan kualitas produk dan penerapan teknologi digital menjadi krusial.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Tessa Mariska Klaim Ayah Kandung Ressa Anak Denada adalah Rapper, Ini Faktanya
Longsor Bandung Barat: 60 Kantong Jenazah Ditemukan, 20 Korban Masih Hilang
Gatot Nurmantyo Kritik Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi
Fakta Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah: Pengantar & Hasil Penyidikan Polisi