“Itu temen saya di Pemda, sampai tidak berani aktif di grup SMP, SMA. Karena apa? Enggak berani ngomong, setiap saat bos itu ngomong, 'ingat ya, 02 ya',” ungkap Eva.
Bukan hanya itu, Eva juga mengungkapkan soal kisah sedih seorang kepala desa saat pelaksanaan pemilu. Menurut Eva, kepala desa tersebut mengalami tekanan dari polisi hingga jaksa agar memenangkan salah satu paslon.
“Kepala desa ya, yang sangat kasihan itu kepala desa, dipanggil jaksa, dipanggil polisi, dipanggil pajak, istilahnya, (diancam dengan kalimat) 'masih ingin tidur dengan istrimu?' Kayak gitu, ” beber Eva.
“Itu beredar di media sosial ya, bukan ada di saya, loh sampai segitunya, ada istilah intimidasi dan mobilisasi.”
Sumber: kompas
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid Saat Tegur Bolos: Kronologi & Fakta Polisi