"Kalau bacaan saya, ini masih serangan yang skalanya kecil. Ada potensi yang lebih besar lagi. Bisa terjadi kapan saja. Karena, infrastruktur digital di Indonesia tidak sepenuhnya dibangun oleh orang Indonesia," papar Ridho, dikutip dari podcast Integritas yang dipandu eks penyidik KPK, Novel Baswedan, Jakarta, Selasa (25/6/2024).
Selanjutnya, dia mencontohkan Palapa Ring yang memiliki 35.000 kilometer jaringan internet. Ada bagian dari Palapa Ring yang menghubungkan Indonesia bagian timur mulai Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku Utara.
"Panjangnya 1.600 kilometer. Ini simpul penting karena menghubungkan dengan negara sekitar. Yang membangun adalah China," kata Ridho.
Selain itu, lanjut Ridho, ada Fiber Star yang menghubungkan 95 kota. Termasuk 3.000 kilometer yang menghubungkan Jakarta-Surabaya. "Yang membangun China juga. Lewat Huawei dan segala macam," kata menantu Amien Rais itu.
China masuk Indonesia melalui program Digital Silk Road (DSR), proyek infrastruktur digital yang dibiayai lewat utang. Di mana, DSR merupakan bagian dari Belt and Road Initiative (BRI), dulu namanya One Belt One Rod (OBOR).
"Indonesia masuk BRI pada 2015. Saat ini, anggotanya (BRI) lebih dari 160 negara," terang Ketua Umum Partai Ummat itu.
Tak berhenti di situ, lanjutnya, China menggarap 41 proyek digital di Indonesia. Mulai dari pusat data, telekomunikasi, smart city dan banyak lagi lainnya. Sebanyak 73 aplikasi di Indonesia juga buatan China.
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi