Ia menilai jika Jokowi cawe-cawe pilpres secara positif, maka seharusnya Jokowi bisa mengambil sikap atas langkah Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang ingin mengkudeta Partai Demokrat.
"Kalau betul mau cawe-cawe positif sesuai kewenangan seperti yang Bapak, katakan buktikan tolong copot Moeldoko, Pak," kata Jansen, Rabu (31/5).
Menurut Jansen, pencopotan Moeldoko akan menjadi bukti Jokowi memang ingin mendorong pemilu yang adil.
Demokrat menilai manuver Moeldoko adalah salah satu alat untuk menjegal bacapres yang diusung bersama NasDem dan PKS yakni Anies Baswedan.
"Karena seperti Bapak (Jokowi) katakan, ingin mendorong pemilu besok para pesertanya tenang bertarung secara fair dan lain-lain," - Jansen.
Eks Wamenkumham Denny Indrayana juga meyakini Jokowi tak hanya cawe-cawe untuk kepentingan bangsa, melainkan juga demi menggagalkan capres tertentu.
Ia juga memandang Jokowi seharusnya tak mendiamkan Moeldoko berupaya mengambil alih Demokrat.
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi