Baca Juga: Pemkab Cianjur Punya Mimpi! Menjadikan RSUD Sayang Bertaraf Internasional, Ini Penjelasan Bupati
"Ini sebagai upaya sterilisasi instruksi atasan yaitu Sekpri Pj Bupati, bapak Angga," ujarnya.
Setelah melakukan negosiasi cukup alot, akhirnya awak media diizinkan masuk ke gedung bupati, namun tetap saja Jurnalis tidak diizinkan mengambil gambar ke lokasi pelantikan.
Pemda hanya menyediakan layar selebar 40 inci tanpa ada suara. Dengan fasilitas zoom metting dan mendengarkan Pj Bupati melantik pejabat di lantai 2.
Menanggapi hal itu, Pj Bupati Bandung Arsan Latif membantah melakukan pelarangan liputan pada acara pelantikan. Ia memberi saran agar wartawan meminta gambar dan video acara pelantikan dari tim humas.
Baca Juga: Jelang Pergantian Tahun Lalu Lintas Jalur Puncak Cianjur - Bogor Padat Merayap, Sesekali Macet
"Gak ada pelarangan peliputan, gambar nanti ambil semua. Untuk jelasnya silahkan tanya pak sekda," papar Arsan Latif.
Disisi lain, Sekda Bandung Barat Ade Zakir mengatakan lokasi pelantikan sengaja tak boleh dihadiri wartawan supaya ada nuansa sakral. Untuk pelarangan masuk, Ia memastikan itu hanya miskomunikasi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bangbara.com
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas