Kepala BPBD Jember Widodo Julianto menjelaskan, pihaknya membenarkan adanya sejumlah insiden pohon tumbang, termasuk di Unej. Menurutnya, di Unej juga akan ditangani, namun saat petugas sampai di lokasi, sudah ditangani oleh tukang kebun Unej. "Syukurnya untuk yang di Unej sudah ada yang menangani dari pihak kampus," jelasnya.
Dia mengimbau agar semua pihak melakukan pengurangan risiko bencana. Keharusan ini perlu dilakukan oleh semua instansi. Baik pemerintahan, dunia usaha, maupun masyarakat umum. "Intinya begini, jika pohon besar dirasa berisiko tumbang, ya, harus segera dipangkas," imbaunya. (mg2/c2/nur)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarjember.jawapos.com
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas