Sam Aliano Menduga Kerusuhan Jakarta Sudah Direncanakan Sebelum Prabowo Dilantik

- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:35 WIB
Sam Aliano Menduga Kerusuhan Jakarta Sudah Direncanakan Sebelum Prabowo Dilantik


NARASIBARU.COM - 
Sam Aliano seorang pengusaha sekaligus politikus yang sempat viral karena mencalonkan diri sebagai presiden di tahun 2018, tiba-tiba muncul ke ruang publik.

Sebagai pengusaha yang menjadi bagian dari masyarakat, Sam Aliano merasa resah dengan demo anarkis yang menimbulkan ketakutan dimana-mana.

"Nurani saya terpanggil untuk menyatakan keprihatinan mendalam atas kerusuhan yang sedang terjadi di negara kita," kata Sam Aliano, Ketua Umum Partai Rakyat, Sabtu (30/8/2025).

Menurutnya, di tengah kericuhan aksi dunia usaha terganggu dan ekonomi negara goyang.

"Dunia usaha terganggu, ekonomi negara goyang, serta warga takut melintas di jalan raya terutama karyawan atau aktivitas perkantoran lainnya," tutur Ketua Umum Pengusaha Muda Indonesia tersebut.

Ia mengaku melihat video yang tersebar luas di beberapa media sosial yang memperlihatkan fasilitas umum rusak total dan banyak mobil masyarakat sipil di jalan raya dalam keadaan hangus terbakar. Tidak hanya di Jakarta tapi juga di kota-kota lainnya.

"Saya melihat seperti kita menonton film horor. Mobil dan motor sipil yang di dalamnya ada ibu dan anak-anak ketakutan berlarian. Bahkan mobil mereka terbakar. Saya berkata ini unjuk rasa apa an? Ini adalah teror yang sangat berbahaya," jelas.

Menurutnya, demo berjalan tertib di awal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun tiba-tiba digantikan pendemo lain yang anarkis dengan tujuan merusak dan menghancurkan negara.

"Pemerintah dan aparat keamanan harus tegas dan bergegas. Jangan biarkan mereka bergerilya. Segera tangkap siapapun yang berniat menghancurkan NKRI terutama otak mobilisasi dari dalam dan luar negeri," pinta Sam Aliano.

Selain itu, Sam Aliano juga menyoroti tewasnya seorang ojol bernama Affan Kurniawan karena terlindas oleh mobil Brimob.

Ia berpendapat peristiwa itu bukan sepenuhnya salah pengemudi. Sebab dalam aturan lalu lintas internasional melarang dan menyalahkan seseorang berdiri di tengah jalan raya.

"Terlebih pada malam hari dimana visibilitas berkurang dan dalam keadaan panik karena ulah anarkis para pendemo sehingga pengemudi Brimob tidak melihat seorang ojol yang tengkurap, sekali lagi tengkurap di tengah jalan raya. Bukti video jelas dan bisa disaksikan," ucapnya.

Ia pun mengendus kerusuhan anarkis sudah direncanakan jauh-jauh hari, bahkan sebelum pelantikan Prabowo.

Dimotori oleh otak penjahat dari luar dan dalam negeri. Artinya rencana ini sudah ada walau seribu maaf dari Prabowo serta Kapolri, tetap ada rusuh dan meski tidak terjadi kematian Affan pengemudi ojol.

"Kematian Affan membuat rusuh teror itu semakin di atas angin dan melegalkan kebakaran, pemerintah harus tegas dan tangkap siapa saja yang melanggar aturan dan ketertiban umum" kata Sam.

Sumber: pojok1

Komentar