Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyaris 3%

- Minggu, 11 Januari 2026 | 12:50 WIB
Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyaris 3%

Realisasi APBN 2025 Dipertanyakan: Penerimaan Jeblok, Defisit Nyaris Tembus Batas Hukum

Center of Economic and Law Studies (Celios) memberikan catatan kritis terhadap realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Lembaga ini menyoroti kinerja penerimaan negara yang dinilai buruk di tengah peningkatan belanja.

Penerimaan Negara Turun Signifikan

Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, mengungkapkan bahwa realisasi penerimaan negara pada APBN 2025 mengalami penurunan sebesar 3,3 persen dan hanya mencapai 91,7 persen dari target APBN 2024. Penurunan ini terutama disumbang oleh kinerja sektor perpajakan yang mengalami shortfall.

"Realisasi penerimaan pajak hanya 87,6 persen, turun Rp14 triliun dibandingkan tahun 2024. Ini mengisyaratkan kinerja perpajakan sangat buruk," jelas Huda.

Penyebab Pelemahan Penerimaan Pajak

Huda merinci bahwa penurunan penerimaan pajak disebabkan oleh beberapa faktor kunci:


  • Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) turun 4,6 persen atau setara Rp38,3 triliun, yang mengindikasikan pelemahan daya beli masyarakat.

  • Penerimaan PPh Badan turun 4,3 persen, mencerminkan geliat industri yang melambat secara tajam pada tahun 2025.

"Penurunan ini memberikan gambaran anomali terkait perekonomian kita yang melemah," tegasnya.


Halaman:

Komentar