Analisis Pernyataan Jokowi Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode: Strategi atau Sinyal Politik?
Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendukung pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode menuai beragam tafsir. Pengamat menilai pernyataan ini bukan dukungan murni, melainkan menyimpan pesan politik berlapis yang perlu dicermati.
Pola Komunikasi Politik Jokowi yang Sering Berkebalikan
Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, mengingatkan publik untuk memahami pola komunikasi politik Jokowi yang kerap menunjukkan kontradiksi antara ucapan dan tindakan nyata.
"Kalau kita baca rekam jejaknya, pernyataan Jokowi sering kali justru kebalikan dari apa yang kemudian terjadi," ujar Amir Hamzah. Ia mencontohkan pernyataan Jokowi saat menjadi Gubernur DKI yang berulang kali menyatakan tidak berminat maju sebagai capres, namun akhirnya maju dan memenangkan Pilpres 2014.
Dukungan untuk Dua Periode dan Skenario Pilpres 2029
Dalam konteks kekinian, Amir menilai pernyataan dukungan dua periode tidak bisa dibaca secara harfiah. Ia menyebutkan, di saat yang sama, Jokowi disebut telah menyiapkan Gibran sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
"Justru di saat yang sama, Jokowi disebut telah menyiapkan Gibran sebagai calon presiden 2029. Ini bukan rahasia lagi di kalangan elite," kata Amir. Dukungan kepada Prabowo dinilainya sebagai upaya menjaga stabilitas transisi kekuasaan, sembari tetap merancang skenario lanjutan bagi putra sulungnya.
Artikel Terkait
Partai Demokrat Netral Strategis: Fokus Dukung Program Prabowo-Gibran, Tolak Politik Warisan
KKN Jokowi di UGM Dipertanyakan: Koordinator Klaim Tidak Kenal Namanya?
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke BoP: Ironi dengan Bunuh Diri Siswa SD karena Tak Beli Buku
Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir Soal Dugaan Penyimpangan Aset BUMN