Isu Kapolri Membangkang Presiden: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?

- Senin, 09 Februari 2026 | 14:50 WIB
Isu Kapolri Membangkang Presiden: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?

Dampak Berbahaya dari Framing Negatif

Lebih lanjut, Aminullah memperingatkan bahwa narasi yang dibangun berpotensi membenturkan hubungan antara Kapolri dengan Presiden serta melemahkan legitimasi pemerintahan. Framing yang salah kaprah ini, jika dibiarkan, dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

"Ini framing berbahaya. Seolah-olah Kapolri membangkang Presiden, padahal justru Kapolri sedang menjalankan garis kebijakan Presiden dan undang-undang. Kalau ini dibiarkan, dampaknya bisa merusak kepercayaan publik terhadap negara," kata Aminullah.

Langkah Hukum yang Disiapkan GPA

Merespon perkembangan ini, Aminullah mengungkapkan bahwa pihaknya melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Al-Washliyah sedang menyusun konstruksi hukum untuk mengambil langkah tegas.

"Kami sedang mematangkan konstruksi hukum untuk melaporkan sejumlah tokoh ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran informasi hoaks, pendiskreditan pribadi Kapolri, serta upaya adu domba antara Kapolri dan Presiden," jelasnya.

Langkah hukum ini, ditegaskannya, bukan bertujuan untuk membungkam kritik, melainkan sebagai upaya menjaga martabat institusi negara dan meluruskan informasi publik agar tidak terjebak pada narasi yang menyesatkan.

"Perbedaan pandangan itu wajar, tapi jangan sampai membangun opini yang merusak sendi-sendi negara. Polri adalah institusi vital. Melemahkan Polri sama saja melemahkan negara," pungkas Aminullah Siagian.


Halaman:

Komentar