Nama yang santer beredar belakangan adalah kombatan PDIP yakni Effendi Simbolon dan Budiman Sudjatmiko. Pada awal Juli lalu, secara terang-terangan, Effendi menegaskan bahwa Prabowo memang layak menjadi nakhoda Indonesia berikutnya.
Sementara, Budiman Sudjatmiko memberikan sinyal dukungan pencalonan Prabowo pada Pilpres 2024 mendatang. Eks aktivis 98 tersebut menilai Prabowo layak memimpin Indonesia ke depan.
“Kapal Indonesia harus dikayuh oleh orang yang paham strategi, paham geopolitik, paham sejarah,” ungkap Budiman.
Adapun pada hasil survei LSN kali ini, Gema menemukan bahwa lebih dari 38,8 persen konstituen PDI Perjuangan sudah bermigrasi mendukung Prabowo. Lalu, sebanyak 45,3 persen konstituen PDI Perjuangan lainnya tetap bertahan di kubu Ganjar Pranowo, dan 9,1 persen konstituen PDIP memih Anies Baswedan.
“Memang persentase konstituen atau pemilih PDIP yang mendukung Ganjar masih lebih besar daripada yang bermigrasi ke Prabowo. Namun berdasarkan temuan survei LSN, dalam setahun terakhir persentase konstituen PDIP yang memilih Ganjar terus menurun,” pungkasnya.
Sumber: poskota
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026