Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Brebes ini lantas meminta Prasetyo Edi mempertanggungjawabkan kata-katanya di hadapan masyarakat Brebes. Jangan sampai apa yang dikatakan oleh politisi PDIP tersebut menjadi preseden buruk dan memunculkan sentimen kedaerahan hingga berujung konflik horizontal nantinya.
“Menurut saya, mohon ini diluruskan, jangan mengundang reaksi yang sensitif, yang membawa kepada perpecahan. Sebab betapapun Brebes merupakan bagian dari Indonesia dan telur asin merupakan produk kebanggaan bagi masyarakat di Kabupaten Brebes, sama halnya seperti bawang merah,” tegas pria kelahiran 22 April 1981 ini.
Untuk itu, Pamor Wicaksono meminta Prasetyo Edi Marsudi untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Brebes dan Tegal. Hingga persoalan ini dapat menjadi pembelajaran dan tak lagi terjadi di kemudian hari.
“Jadi kita menekankan dengan keras, mohon kepada Pak Prasetyo Edi hati-hati dalam memberikan pernyataan karena ini sangat melukai perasaan masyarakat Brebes. Saya mewakili masyarakat di Kabupaten Brebes sungguh sangat tidak terima dengan pernyataan beliau. Saya juga menuntut permintaan maaf secara terbuka dari Prasetyo Edi atas pernyataannya yang mendiskriminasi masyarakat Kabupaten Brebes,” tutup Pamor Wicaksono.
Sumber: golkarpedia
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah