Tak terima dengan itu, Ali pun menyinggung pilpres 2009. Ketika itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gencar diberitakan akan berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid sebagai capres-cawapres. Namun ternyata SBY malah memilih Budiono.
"(Pilpres) 2009 saat itu santer SBY pasangan sama Nur Wahid. Eh, tiba-tiba Budiono. (Saat itu) PKS enggak baper tuh, biasa aja, iya kan," ucapnya.
Ali pun menegaskan NasDem hanya ingin berkoalisi dengan partai yang mengedepankan rasionalitas, pikiran, dan kesadaran yang sama.
"Jadi, kalau kemudian kita punya pemahaman tidak sama, ya begitu ada kemauan yang tidak kita ikuti terus kemudian kita rakyat pun nanti pameran lagi, pusing kita nanti kan, apa enggak repot mengelola?" tuturnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke BoP: Ironi dengan Bunuh Diri Siswa SD karena Tak Beli Buku
Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir Soal Dugaan Penyimpangan Aset BUMN
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas