"Hal yang harus dipastikan bahwa Demokrat karena merasa bahwa lokomotif Anies itu tidak lagi seiring dengan ide perubahan maka mesti Demokrat mengikuti ide baru yang bisa dia ciptakan sendiri," jelasnya.
Jika tidak dapat, ujar mantan dosen Universitas Indonesia itu, artinya Demokrat sangat menyesal keluar dari kubu Koalisi Perubahan yang dibawa oleh Anies.
Itu juga termasuk posisi Demokrat yang kini belum mendapatkan gerbong baru jelang pilpres 2024.
"Jadi kalau Demokrat akhirnya berhenti atau sekadar ingin menyelesaikan dengan cara mencari gerbong baru itu artinya Demokrat juga menyesal sebetulnya juga keluar dari Anies tetapi belum bisa menemukan gerbong baru," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
KKN Jokowi di UGM Dipertanyakan: Koordinator Klaim Tidak Kenal Namanya?
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke BoP: Ironi dengan Bunuh Diri Siswa SD karena Tak Beli Buku
Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir Soal Dugaan Penyimpangan Aset BUMN
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?