Dia mengamati, latar belakang Partai Demokrat dan Gerindra terbilang sama, sehingga secara elektoral punya basis suara atau ceruk pemilih serupa.
Namun, hal tersebut tidak menjadi faktor utama Demokrat sulit menjadi bagian KIM dan mendapat jatah kursi bakal calon wakil presiden (bacawapres).
"Saya enggak yakin Pak Jokowi setuju Pak Prabowo menerima Demokrat ya. Karena mungkin Pak Jokowi punya referensi tersendiri," tuturnya.
"Pak Prabowo akan kembali ke Pak Jokowi, untuk bertanya. Dan apa yang dititahkan Pak Jokowi, Pak Prabowo ikut, karena ini kan Pak Prabowo anak buahnya Pak Jokowi," tambah sosok yang kerap disapa Hensat itu.
Pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu juga menilai, Prabowo tidak mungkin memilih orang yang beresiko baginya meraih kursi RI 1.
"Hasrat Nyapresnya (Prabowo) lebih tinggi daripada hasrat menjadi ketum yang independen," demikian Hensat menambahkan.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Gus Yahya Dikukuhkan Kembali sebagai Ketua Umum PBNU, Muktamar Ke-35 NU Dijadwalkan 2026
Kekeliruan Rektor UGM Soal Tanggal Lulus Jokowi: Fakta dan Kronologi Lengkap
TPUA Klaim Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis Resmi Bergabung dengan Kubu Jokowi
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: Kinerja Kepemudaan Dipertanyakan, PP Himmah Soroti Indonesia Emas 2045