Pertanyaan ketiga adalah apakah SBY mendirikan partai politik saat dirinya menjabat sebagai Menko Polkam di era pemerintahan Megawati?
Megawati juga bertanya apakah saat itu SBY berminat menjadi wakil presidennya. Dan terakhir, apakah benar SBY tidak diundang ke rapat kabinet?
Terkait pertanyaan terakhir, menurut Panda, sekretaris SBY, Sudi SIlalahi pernah mengatakan kalau SBY tidak pernah diundang.
Menurut Panda, lima pertanyaan itu tak kunjung dijawab SBY pada pertemuan yang berlangsung selama satu jam lebih, dan bahkan hingga kini.
Respons Partai Demokrat
Menanggapi pernyataan Panda mengenai lima pertanyaan Mega untuk SBY, Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Putra Mahendra mengatakan, halitu sebaiknya tidak perlu diungkit lagi.
Sebab menurutnya, kini Partai Demokrat ingin bekerja sama atau berkoalisi dengan siapapun untukkepentingan rakyat, bangsa dan negara.
Terkait lima pertanyaan tersebut, lanjut Herzaky, menurutnya hal itu hanya bisa dijawab oleh Mega dan SBY sendiri.
Sementara kini, SBY sudah tidak lagi fokus di dunia politik. Sementara tongkat estafet Partai Demokrat telah diberikan SBY kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sumber: suara
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah