Megawati lantas menyebut jika presiden tak melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh presiden sebelumnya dan justru membawa konsep perubahan, hal itu dianggapnya sebagai dansa politik.
"Lah itu yang saya bilang berdansa. Nanti ke sana, ke depan udah baik dirubah ke belakang lagi. Diubah lagi. Aduh saya sampai pusing kadang-kadang. Ini gimana sih maunya Republik ini," tuturnya.
Selain itu, Megawati juga bicara bagaimana seorang presiden harus bisa merancang visi misi jangka panjang.
"Saya bilang pada Pak Jokowi, bayangkan dari presiden, itu bikin visi misi itu sampai ke kepala desa. Ini Harus dikoreksi, nanti kita harus koreksi, kenapa? Pasti dari visi misi presiden ke kepala desa, pasti beda dong. Dari sisi daerahnya dari waktu kerjanya dan lain sebagainya," ujarnya.
"Sehingga dengan demikian yang harus kita bikin adalah sebuah perjalanan konsep Indonesia Raya ke depan itu adalah dengan sebuah visi misi ataupun apapun namanya, itu akan merupakan jangka panjang. Sehingga siapapun pemimpin akan datang, dia harus menjalankan hal itu," sambungnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah