"Jangan kita digugat misalnya oleh Uni Eropa WTO kita jadi grogi, tidak boleh negara sebesar Indonesia memiliki pemimpin yang ciut nyalinya, digertak negara besar mana pun, setuju?" kata Jokowi.
Jokowi menuturkan, pemimpin ke depan juga harus turun langsung ke rakyat untuk menghadapi masalah.
"Jadi pemimpin harus berani mengambil risiko, itu pemimpin yang betul, jangan hanya cari selamat, cari enak, menikmati nikmatnya enaknya duduk di istana, tidur di istana," kata eks Gubernur DKI Jakarta itu.
"Kalau maunya enak, ya duduk aja di istana. Ruangnya ber-AC, makanannya, waduh, enggak usah saya ceritakan. Tapi apakah kita ingin mencari pemimpin yang seperti itu? Kita ingin mencari pemimpin yang mau bekerja keras untuk rakyatnya. Setuju? Kalau ada masalah tidak menghindar, kalau ada problem berani mendekat kepada problem dan menyeelsaikannya," ujar Jokowi.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah