NARASIBARU.COM - Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan bahwa putusan Mahkamah Konstutusi yang mengabulkan syarat capres-cawapres berpengalaman kepala daerah membentuk asumsi kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah kurang ajar.
Bahkan meskipun mahasiswa kurang cepat bereaksi dalam putusan MK yang memuluskan langkah putra Jokowi, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka maju Pilpres 2024, kemarahan sosial tidak akan berhenti.
"Ada semacam bara sosial, kemarahan sosial, yang akhirnya dikondisikan melalui keputusan MK itu, jadi saya tetap menganggap bahwa ini enggak akan berhenti," ucapnya dikutip populis.id dari YouTube Rockky Gerung Official, Selasa (17/10).
"Dan mahasiswa entah mau diolok-olok mahasiswa dianggap kurang cepat bereaksi tetapi sudah terbentuk satu asumsi umum bahwa kekuasaan Pak Jokowi ini betul-betul sudah jadi kurang ajar kira-kira begitu," sambungnya.
Lebih lanjut, Rocky mengatakan akan memantau suhu mahasiswa dalam menghadapi keputusan MK. "Kita pantau sebetulnya dengan memperhatikan suhu mahasiswa karena bagaimanapun mereka orang-orang bebas yang menghendaki bangsa ini dituntun secara beradab dan bersih itu," tandasnya.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026