Menurut Luhur, adalah hal yang lumrah di sebuah negara demokrasi seperti Indonesia, bagi setiap warga mengungkapkan pendapat berbeda-beda. Akan tetapi, Luhut berharap, perbedaan pendapat itu bisa disampaikan daengan penuh adab.
"Jauh dari caci maki dan ujaran fitnah yang tak berdasar," pinta Luhut.
Sementara itu, disinggung terkait doa restu yang sudah diberikan kedua orang tuanya, Gibran enggan menanggapi. "Mohon doanya ya," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal capres Prabowo Subianto mengumumkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden RI Joko Widodo sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Indonesia Maju untuk Pilpres 2024.
Prabowo di kediaman pribadi-nya, Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta, Minggu (22/10) malam, mengatakan, "Baru saja Koalisi Indonesia Maju telah berembuk secara final dan secara konsensus seluruhnya sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju".
Prabowo menjelaskan bahwa keputusan itu secara aklamasi dan seluruh partai anggota Koalisi Indonesia Maju mencapai konsensus atas keputusan tersebut.
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti