NARASIBARU.COM - Pemberitaan terkait pencopotan Anwar Usman sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (7/11/2023) lalu, tidak hanya dilakukan oleh media nasional saja.
Beberapa media asing pun turut memberitakannya.
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, ada tiga media asing yang turut memberitakannya, yaitu Reuters, Aljazeera, dan majalah ternama TIME.
Lalu seperti apa artikel yang diterbitkan oleh ketiga media tersebut? Berikut rangkumannya
Media asal Inggris, Reuters memberikan judul artikel terkait pencopotan Anwar Usman sebagai Ketua MK dengan turut menyinggung soal pencalonan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabumin Raka sebagai cawapres.
Adapun judulnya yaitu 'Hakim Indonesia terbukti bersalah melanggar etik atas putusan yang menguntungkan putra presiden.'
Bahkan, Reuters tidak membubuhkan foto Anwar Usman sebagai subjek dalam artikelnya tetapi justru terpampang foto Gibran.
Selain itu, di awal paragraf, Reuters turut menyoroti putusan MK soal batas usia capres-cawapres yang dianggapnya demi memuluskan jalan Gibran untuk mencalonkan menjadi cawapres.
"Majelis hakim di Indonesia pada hari Selasa memutuskan bahwa Ketua Mahkamah Konstitusi bersalah atas konflik kepentingan mengenai perannya dalam keputusan yang memungkinkan putra Presiden Joko Widodo mencalonkan diri sebagai wakil presiden," tulis Reuters di paragraf pertama.
Lagi-lagi, Reuters menyinggung soal berhasilnya pencalonan Gibran menjadi cawapres berkat putusan yang diketok palu oleh Anwar sebagai ipar dari Jokowi dan pamannya.
"Anwar Usman, yang merupakan saudara ipar presiden, dicopot sebagai hakim senior karena tidak mengundurkan diri dari kasus yang menguntungkan keponakannya, Gibran Rakabuming Raka," tulisnya.
Kemudian, Reuters juga menuliskan terkait tidak diubahnya putusan MK soal batas usia capres-cawapres meski MKMK telah mencopot Anwar Usman sebagai Ketua MK.
Di pertengahan paragraf, Reuters membeberkan pelanggaran etik yang disampaikan oleh MKMK terhadap Anwar seperti tidak netral dan tak memiliki integritas sebagai hakim.
Selanjutnya, pada akhir artikel, Reuters membahas terkait digaetnya Gibran sebagai cawapres pendamping Prabowo.
Media ini menyebut dipilihnya Gibran sebagai cawapres Prabowo demi memanfaatkan basis elektoral dari Jokowi.
"Dimasukannya Gibran pada awalnya dilihat oleh beberapa pakar politik sebagai keuntungan bagi kampanye Prabowo, calon presiden ketiga kalinya, yang memungkinkan dia memanfaatkan basis dukungan besar terhadap Jokowi," tulis Reuters.
Reuters juga menyoroti soal dugaan Jokowi mendukung Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026