Apalagi, dalam lembaga pertahanan dan keamanan nasional, Jokowi sebagai Presiden merupakan panglima tertinggi. Sehingga, tak mungkin perintah dari Jokowi di 2024 tak dikerjakan.
'Kita ketahui tidak ada satu orang pun di republik ini, tidak bahkan wapres tidak ada satu orang pun di dalam republik ini yang bisa memerintahkan simultan berkala dan presisi kalau bukan tidak seorang presiden kepada aparat pertahanan dan keamanan," kata dia.
'Sebab mereka adalah bawahan dari Presiden. Presiden adalah panglima dan pimpinan tertinggi dari aparat penegakan pertahanan utama. Jadi bagi saya memang agak sulit berharap Presiden dengan diksi yang dia pilih dan keterlibatan keluarganya di dalam pemilu tahun 2024 ini," jelas Feri.
Menurutnya, Jokowi tidak bisa menggunakan ruang profesional di 2024 karena adanya sang anak. Ia menyebut Jokowi mengalami konflik kepentingan.
"Enggak bisa (profesional). Mana ada ayah dan ibu profesional kepada anaknya? Makanya kita kenal konflik kepentingan bagaimana pun akan ada ruang tertentu konflik kebatinan seorang ayah dan seorang ibu untuk bersikap tidak netral terhadap anaknya," tutup Feri.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah