Itu sebabnya, meski banyak narasi "tekanan" yang beredar di media sosial, Yudo yakin para prajuritnya mampu menjaga netralitas dalam pelaksanaan pemilu.
"TNI harus fokus pada tugas pokok yang lebih besar, di antaranya menjaga kedaulatan, menjaga keutuhan NKRI, melindungi bangsa dan tumpah darah Indonesia. Tugas yang lebih besar ini harus menjadi pegangan TNI supaya seluruh prajurit TNI tidak miring kanan, miring kiri. Fokus pada tugas demi negara dan bangsa ini," papar Yudo.
Sebelumnya, mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menceritakan pengalamannya saat mendapat tekanan pada Pilpres 2019. Saat itu dirinya masih menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
"Yang ingin saya katakan, tekanan itu pasti ada, pasti ada. Karena lima tahun lalu, 2019, saya kan sebagai KSAD dan saya menghadapi tekanan," kata Andika dalam jumpa pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta, Senin (13/11), menanggapi aksi pencopotan baliho pasangan Ganjar-Mahfud di beberapa daerah.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026