"Ya saya sih melihat, pasangan itu kontroversi, tetapi itu sebuah risiko yang harus diambil. Saya sih melihatnya, kontroversi itu di tingkat elite di tengah menengah atas, tetapi di tingkat bawah itu cuek, tidak masalah," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (27/11).
Ujang mengatakan, pro kontra perjodohan Prabowo dengan Gibran tidak membuat sebagian masyarakat Jawa Barat berpaling ke dua pasangan capres-cawapres lain.
"Makanya penerimaan Prabowo-Gibran di tingkat bawah tetap tinggi, tetap bagus. Ketika survei dilakukan beberapa lembaga survei tetap penempatan Prabowo-Gibran yang teratas," kata Ujang.
"Jadi Jawa Barat begitu polanya akan tetap unggul dan akan tetap menang. Oleh karena itu, kita lihat nanti ke depan seperti apa," sambungnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah