Dia memastikan pasangan Anies-Muhaimin tidak akan menggunakan strategi serupa saat berkampanye, karena mereka menekankan pada program dan adu gagasan, tidak hanya sekedar terlibat dalam gimik tarian dan bagi-bagi susu.
Sebelumnya, pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan bahwa kegiatan membagikan susu yang dilakukan oleh Gibran Rakabuming Raka termasuk politik uang.
“Kalau kemudian ada pembagian susu, pembagian makanan gratis pada saat kampanye itu termasuk money politic atau tidak? Kalau menurut saya, iya,” katanya di Kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (5/12).
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini juga menyoroti kampanye dengan pentingnya ide dan gagasan dari masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan berkontestasi di Pemilu 2024 nanti.
“Menurut saya, sebaiknya sih idenya, gagasannya dituangkan dulu. Kemudian nanti biarkan rakyat memilih. Nanti kalau misalnya Prabowo dan Gibran terpilih, ya silakan bagi-bagi makanan dan susu gratis,” lanjutnya.
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah