iNRiau – Masyarakat berada di daerah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Rabu (20/12/2023) berdemo di Kantor Camat Rupat. Demo dilakukan ratusan masyarakat ini karena tak tahan adanya intervensi camat.
Diketahui aksi ini sendiri dimulai dengan long march yang dimulai dari Simpang Kampung Jawa tersebut dengan tujuan sampai ke Kantor Camat. Long march ini menyita perhatian masyarakat, dan hasilnya banyak masyarakat yang ikut dalam aksi demonstran tersebut.
Hal ini disampaikan Fadlan Hafis selaku Koordinator Lapangan (Korlap), kepada wartawan. Ia mengatakan, dalam hal ini pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat ini, terkait intervensi Camat Rupat untuk agenda Pemilu tahun 2024 mendatang.
“Aksi demo dilakukan ini, karena saat ini masyarakat itu tidak tahan lagi, dengan intervensi Camat Rupat. Dimana, sesuai atau berdasarkan laporanya masyarakat daerah ini, bahwa bentuk intervensi juga banyak ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama kalangan Guru,” katanya dalam rilis diterima wartawan.
Padahal, sambung dia, jelas-jelas kalau guru yang harusnya bertugas mendidik (mengajar, red), tetapi dipaksa menjadi alat politik. Misalnya, ada yang menjadi tim sukses. Bahkan telah ada dimutasi ke tempat jauh, hanya karena memiliki beda pilihan politik.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Bebas Pilih Cawapres 2029: Gibran Bukan Satu-satunya Opsi
Gerindra Serukan Prabowo 2 Periode Tanpa Gibran: Analisis Dinamika Koalisi & Peluang Pilpres 2029
Prabowo 2 Periode 2029: Gibran Terancam, Koalisi Berebut Kursi Cawapres
Prabowo Puji Umat Islam Indonesia: Contoh Dunia Tanpa Ujaran Kebencian